Menu Tutup

Ini Sikap Habib Taufiq Pasuruan Soal Pemimpin Umat Islam

DatDut.Com – Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf atau populer dengan panggilan Habib Taufiq Pasuruan, dikenal karena keilmuan dan ketegasannya bersikap. Meskipun bukan tergolong masih muda, tapi kharisma keulamaan dan kehabibannya terpendar setiap kali menyampaikan ceramahnya yang tegas dan berwibawa.

Di Pasuruan dan di kawasan Jawa Timur, nama Habib Taufiq tidak asing lagi. Semua pengajian yang dihadirinya, pasti dipadati ribuan jamaah yang rela datang jauh-jauh untuk hanya sekadar mendengar tausiahnya.

Habib Taufiq tidak hanya berwibawa di hadapan para jamaah, tapi juga para pejabat yang ikut hadir dalam pengajiannya. Ia bahkan tak segan mengkritik kebijakan para pejabat itu bila dirasa memang sudah menyimpang atau merugikan umat Islam.

Di antara hal yang selalu disampaikannya adalah terkait memilih pemimpin sesuai dengan akidah. Hal ini pula yang disampaikan Habib Taufiq pada acara Haul Sayyid Hasan Sanusi atau yang dikenal dengan Mbah Slagah, hari ini (14/7/2016).

“Di Papua, orang Kristen memilih pemimpin Kristen. Di Bali orang Hindu memilih orang Hindu. Maka kaum Muslim harus memilih pemimpin Muslim,” tegas Habib Taufiq.

Habib Taufik mengingatkan agar jangan sampai kaum Muslimin menuruti hawa nafsu partai atau ormas dan golongan, yang menuruti hawa nafsunya dan melawan perintah Alquran dalam memilih pemimpin. Ia menyampaikan hal ini dengan mengutip QS Al-Maidah ayat 77.

Namun lebih lanjut, Habib Taufiq tetap mengingatkan agar umat Islam hidup bertoleransi dengan non-Muslim. Hal tersebut harus disampaikan karena soal kepemimpinan ini berkaitan dengan masalah akidah. Menutup ceramahnya pada acara hal tersebut, Habib Taufiq mewanti-wanti umat Islam untuk membaca sejarah dan mengingat kembali apa yang dialami umat Islam ketika pemimpinnya non-Muslim.

“Jangan ulangi lagi zaman Moerdani, zaman Soedomo. Cukup sudah umat Islam ditindas. Kita ingin Indonesia tetap damai,” tegas Habib Taufiq, seperti dilansir fanpage Kalam Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.