Menu Tutup

Viral! Banser yang Menghina Habib Rizieq Ditegur Keras Oleh Menantu Mbah Maimun Zubair

DatDut.Com – Beredarnya video di media sosial yang berisi pernyataan pers dari sekolompok orang yang berseragam Banser dari Bangka Belitung, mendapat tanggapan keras dari Dr. K.H. Zuhrul Anam, tokoh NU menantu K.H. Maimun Zubair.

Pasalnya di video ini juru bicara sekumpulan orang yang berseragam Banser itu menyebut Habib Rizieq dengan sebutan “Rizieq” saja, tanpa ada kata “Habib” di depannya. Dalam siaran pers itu disebutkan dengan jelas penolakan terhadap kedatangan Habib Rizieq di Bangka Belitung, tuntutan pembubaran FPI, dan mencabut status kewarganegaraan Habib Rizieq.

Gus Anam, panggilan populer K.H. Zuhrul Anam, dalam bait-bait indah di bawah ini menegur keras perilaku oknum Banser tersebut. Perilaku yang sama sekali tidak mencerminkan akhlak dan tradisi NU. Berikut bait-bait indah itu yang saat ini viral di media sosial dan grup-grup Whatsapp:

ليس من خلق النهضيين
ذكر الذرية مجردين عن أي لقب تشريف
سوأ أدب وجرأة ووقاحة
أخاف أنه من الإيذاء لمن قد يكون من أولياء الله
والله رأيت وسمعت وبكيت
هل إلى هذا الحد فساد الخلق
إلي قد سرى في جسد النهضة؟
هذا واجبهم تواضع منهم وواجبنا احترامهم
وكلام هذا الانصاري وليس بأنصاري قط
في معرض الإهانة والإيذاء
إنه من دلائل خمود الإيمان وعدم رعاية جانب جده
ومن حقه إن يخالف أي حبيب في رأي ما
لكن حسن الأداب واجب
واجتناب ما يؤذي النبي من أوجب الواجبات
Kelakuan seperti ini bukanlah ciri khas atau akhlak orang-orang NU. Menyebut anak-cucu Baginda Nabi tanpa menyebutkan julukan mulianya. Ini su’ul adab namanya, lancang, dan tak tau diri.
Saya khawatir hal itu bagian dari menyakiti orang yang mungkin saja termasuk dari wali-wali Allah.
Demi Allah aku telah melihatnya, mendengarnya dan saya menangis, apakah sampai kepada batas ini kerusakan moral/akhlak yg menjalar di tubuh orang-orang NU??
 
Seharusnya mereka bersikap rendah hati dan Kami berkewajiban memuliakannya. Ucapan atau pernyataan Anshor ini sama sekali tidak mencerminkan seorang Anshor dalam menghina dan melecehkan. Sungguh itu tanda-tanda merosotnya iman serta tidak menjaga kemulian kakeknya (Nabi Muhammad).
 
Seharusnya jika tidak sependapat dengan pandangan atau pendapat seorang habib, namun husnul adab tetap wajib. Menjauhi hal yang menyebabkan hati Baginda Nabi tersakiti adalah yang paling penting dan yang terwajib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.