Menu Tutup

Siapakah Bahrun Naim, Otak Intelektual Teror Bom Sarinah? Ini 5 Penjelasannya

DatDut.Com – Bom yang terjadi di Sarinah jalan MH. Thamrin pada Kamis (14/01/16) diduga ulah anggota Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) cabang Indonesia. Beberapa jam setelah peristiwa tersebut, ISIS mengklaim bahwa aksi teror tersebut merupakan perbuatan mereka.

Sindonews.com melaporkan,Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), Sutiyoso, menduga bahwa aksi terorisme yang terjadi pada waktu itu adalah perbuatan anggota ISIS yang telah kembali ke Indonesia. Nama Bahrun Naim muncul ke permukaan pasca bom Sarinah tersebut. Siapakah Bahrun Naim? Ini 5 Penjelasannya:

1. Profil Bahrun Naim

Barhrun Naim merupakan pria kelahiran Pekalongan pada 6 September 1983. Dia pernah bergabung dengan beberapa kelompok ekstrim di Indonesia, seperti Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso Abu Wardah, seperti dilaporkan Detik.com. Sebelumnya, Bahrun sempat tercatat bergaung dengan Jamaah Anshorut Tauhid sekitar September 2008 seperti dilaporkan Cnnindonesia.com.

Sejak tahun 2014, Bahrun pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Menurut Cnnindonesia.com, Bahrun Naim merupakan lulusan Teknik Informatika Universitas Negeri Solo. Bahkan, dia pernah bekerja di sebuah warung internet sebagai teknisi komputer.

2. Nama Panggilan Bahrun

ISIS yang berada di Negara Arab, membuat nama-nama para pengikutnya juga terpengaruh dengan nama-nama Arab. Dalam bahasa Arab, ada istilah nama kunyah dan laqab. Kunyah adalah nama-nama yang diawali dengan abu, ummu, akhun, akhtun, dan istilah lain yang terkumpul dalam kata-kata kerabat dalam bahasa Arab. Sementara itu, laqab adalah nama julukan yang bisa bermakna positif ataupun negatif.

Nah, Bahrun memilik nama panjang Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo. Terkait nama panggilan Bahrun, dia dikenal dengan nama Abu Rayyan dan Abu Aisyah. Detik.com mengabarkan bahwa Bahrun membawa kabur seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Maret 2015 yang diperistrinya. Hal tersebut dibenarkan oleh Sugiran, ayah Siti. Hingga saat ini, Sugiran tidak tahu persis keberadaan putrinya.

3. Pernah Ditahan

Polisi pernah memenjarakan Bahrun terkait kepemilikan 533 butir amunisi laras panjang dan 32 butir peluru kaliber 9 mm. Kejadian itu terjadi pada 2010 silam, Densus 88 menangkapnya dengan sejumlah barang bukti di atas. Bahrun divonis penjara selama 2 tahun 6 bulan. Bahrun Naim dijerat dengan Undang-undang Darurat No. 1/1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak.

Melalui situs Bahrunnaim.co, Bahrun melakukan propaganda dan gerakan-gerakan provokatif lainnya. Selain itu, situs ini diduga dibuat untuk melakukan upaya perekrutan untuk anggota-anggota baru ISIS. Bahkan, pria kelahiran Pekalongan ini, mengajak para simpatisan ISIS di Indonesia untuk melancarkan aksi teror di Indonesia. Bahrun menyebut para simpatisan tersebut ‘Lone Wolf’ Nusantara. Dalam tulisan itu, Bahrun menyebut dirinya berada di Bumi Syam atau Suriah, sebagaiamana dikabarkan Transindonesia.co.

4. Katibah Nusantara

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyampaikan bahwa Bahrun ingin membuat cabang ISIS di Indonesia. ISIS di Asia Tenggara diberinama dengan Katibah Nusantara. Bahrun pun bersaing dengan kelompok dari Filipina Selatan yang terlebih dahulu mendeklarasikan ISIS lebih dahulu.

Menurut Tito, Bahrun ingin dijadikan leader di kelompok ISIS Asia Tenggara, seperti dikabarkan Detik.com. Sementara itu, peneliti National University of Singapore, Prof. Dr. Bilveer Singh, kelompok Katibah Nusantara sudah mengirimkan banyak anggotanya untuk berperang di negara-negara konflik seperti Afganistan dan Timur Tengah.

5. Pengalir Dana ISIS

Kompas.com menyebutkan bahwa Kepala Polri Jenderal (Pol) Badroodin Haiti menyatakan bahwa Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mendeteksi ada aliran dana dari Bahrun Naim kepada jaringan ISIS di Indonesia. Menurut data yang didapatkan tersebut, uang dikirimkan ke dua orang yang berada di Solo dan dikirimkan pada November 2015. Terkait besarnya dana dan nama dua orang tersebut, Kapolri enggan menyebutkannya.

harisPenulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Kharish

 

Baca Juga: