Menu Tutup

Perzinaan yang Tak Lagi Bisa Dikendalikan sebagai Tanda Bumi Telah Tua

DatDut.Com – Salah satu yang disebut Nabi sebagai tanda Hari Kiamat adalah maraknya perzinahan dan segala sesuatu yang mengarah kepada perzinahan. Abdullah bin Amr menceritakan bahwa Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai kalian berbuat hal yang tercela di jalan-jalan seperti keledai.” Saat itu Abdullah bin Amr bertanya, “Apa itu akan terjadi?” “Iya, itu akan terjadi,” jawab Nabi.

Yang dimaksud perbuatan tercela dalam hadis tersebut adalah perbuatan zina dan perbuatan yang mendekati perzinaan. Bila memperhatikan sabda Nabi tersebut dengan seksama, maka akan ditahui bahwa hal itu sudah terjadi saat ini, termasuk di negeri tercinta ini. Masalah remaja, terutama persoalan pergaulan bebas saat ini memang menjadi persoalan yang sangat serius di tengah-tengah masyarakat, terutama umat Islam.

Data-data kuantitatif yang menggambarkan hasil pergaulan bebas pantas membuat kita semua merenungkan dengan serius. Berdasarkan survei Komisi Perlindungan Anak (KPA) yang dilakukan terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar seluruh Indonesia ditemukan hasil bahwa 62,7% remaja mengaku pernah berhubungan badan, 93% remaja pernah berciuman, dan 21% remaja telah melakukan oborsi (Kompas.com, 9/5/2010).

Data yang mencengangkan juga pernah dirilis oleh Sony Adi Setiawan, seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Menurutnya, 750 hingga 900 video porno sudah dibuat dan diedarkan di Indonesia. Mayoritas merupakan video amatir hasil rekaman kamera ponsel. Pembuatnya 90% kawula muda, dari pelajar SMP hingga mahasiswa.

Di dunia maya, ada sekitar empat juta situs web pornografi. Sebanyak 90 ribu di antaranya menampilkan pornografi anak-anak. (Koran Tempo, 16 Mei 2010). Sementara pengakses internet  terbesar menurut hasil riset Yahoo Indonesia dan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009 adalah kalangan remaja usia 15-19 tahun, yakni sebesar 64%.

Jika kita memetakan sebab terjadinya pergaulan bebas, setidaknya kita akan menemukan dua faktor utama: faktor dari dalam dan faktor dari luar. Faktor dari dalam misalnya soal pemahaman agama yang, keluarga yang tidak lagi menjadi tempat utama dalam pertumbuhannya, atau merasa pada fase mencari jati diri.

Sementara itu, faktor dari luar berhubungan dengan pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan, media massa (terutama televisi), tempat-tempat hiburan malam, dan aktualisasi diri yang kebablasan. Dan, ini semua lebih banyak terjadi di luar rumah.

Bagaimana cara menghindarkan hal-hal negatif dari dampak pergaulan bebas itu, mungkin adik-adik perlu memegang teguh aturan-aturan Islam dalam pergaulan, seperti kewajiban untuk menundukkan pandangan kepada lawan jenis tanpa ada keperluan yang dibenarkan agama, kewajiban memakai busana yang menutup seluruh aurat,  larangan bagi perempuan untuk melakukan perjalanan dalam sehari semalam tanpa disertai keluarga, larangan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan yang bukan keluarga.

Selain melaksanakan aturan-aturan Islam itu, kita harus menerapkan sistem kontrol dari keluarga dan masyarakat sekitar. Ini penting karena dengan begitu, setiap individu akan selalu diingatkan bila sudah melanggar aturan yang ditetapkan oleh agama dan norma sosial. Semoga kita semua terjaga dari pergaulan bebas tersebut.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *