Menu Tutup

Moch. Syarif Hidayatullah: Jangan Hanya Diam Bila Ada Kezaliman terhadap Umat Islam

DatDut.Com –  Umat Islam di Indonesia khususnya, juga di dunia pada umumnya, terus menjadi korban kezaliman dan ketidakadilan. Kalau umat Islam yang salah sedikit saja, pasti seluruh dunia mengutuknya. Tapi kalau umat Islam yang jadi korban meskipun jumlahnya jutaan sekalipun, seluruh dunia diam seribu bahasa dan pura-pura tidak tahu.

Yang lebih aneh lagi di Indonesia. Umat Islam adalah mayoritas. Lebih dari 80% penduduk Indonesia beragama Islam. Tapi umat Islam di Indonesia diperlakukan secara tidak adil. Sebagai mayoritas umat Islam justru dipaksa oleh kelompok minoritas.  Ini karena kelompok minoritas menguasai sektor ekonomi, distribusi, hingga industri media. Pada titik inilah umat Islam banyak kalah dan mengalah.

Namun, bila ini dibiarkan terus menerus bisa membuat umat Islam terus mengalami nasib-nasib tragis, padahal hidup di negeri yang umat Islamnya adalah minoritas. Status FB Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, peneliti wacana media UIN Syarif Hidayatullah, mengingatkan agar kita tidak hanya diam melihat dan menyaksikan kezaliman terhadap umat Islam:

Kalau kita diam saja membiarkan saudara-saudara kita “dipaksa” menggunakan atribut yang identik dengan agama tertentu, maka itu artinya secara perlahan kita membiarkan kezaliman terus-menerus menimpa saudara-saudara kita yang tak punya kekuatan apa-apa gara-gara dipekerjakan oleh pemiliknya yang sebetulnya mendapatkan kekayaan justru dari umat Islam.

Kalau kita diam saja membiarkan pabrik roti tertentu yang secara terang-terangan menganggap tuntutan umat Islam terhadap penista sebagai antikebhinekaan, maka itu artinya kita sedang membiarkan kezaliman yang selama ini menyudutkan umat Islam yang bahkan hanya untuk menuntut haknya sendiri. Padahal, konsumen terbesarnya justru umat Islam.

Kalau kita biarkan ritel-ritel yang dengan zalim mematikan usaha-usaha saudara-saudara kita hingga di tiap gang, maka itu artinya kita sedang membiarkan kezaliman yang menghancurkan ekonomi umat Islam yang selama ini dipaksa tunduk dan bergantung. Padahal, pembeli terbesarnya adalah umat Islam.

Kalau kita biarkan stasiun-stasiun televisi atau media apa pun terus-menerus memojokkan umat Islam dalam pemberitaannya, maka itu artinya kita sedang membiarkan kezaliman berupa opini yang membuat langkah umat Islam selalu dilihat salah selama ini. Padahal, penonton dan pembaca terbanyaknya ya umat Islam.

Kalau kita cuma diam, apalagi ikut-ikutan nyinyir dan menertawakan kezaliman terhadap umat Islam, itu artinya kita sedang menzalimi dan menghancurkan diri sendiri.

Ayo bergerak! Bila kita bisa dengan harta, gerakkan harta kita agar bisa bermanfaat untuk umat. Bila kita bisa bergerak dengan pikiran, gerakkan pikiran kita agar ide-ide cemerlang kita bisa untuk pengembangan umat. Bila kita bisa bergerak dengan tenaga, gerakkan tenaga kita untuk membangun kekuatan umat. Bila kita hanya mampu berdoa, gerakkan doa-doa kita di sepanjang malam agar saudara-saudara kita yang sudah bergerak dengan harta, tenaga, dan pikiran, mendapat berkah dalam gerakannya.

Jangan cuma diam, apalagi nyinyir. Biasanya yang suka nyinyir akan kualat! Kalau cuma kualat mending, tapi kalau mati dengan tidak membawa iman dan hidup sengsara, gimana?!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.