Menu Tutup

Membongkar Kejinya Akun-akun Pemaksa Like, Share dan Comment.

DatDut.Com – Anda tentu pernah lihat rekan FB yang membagikan salah satu postingan menarik. Menarik dalam arti bukan karena bagus, tapi menarik dalam arti yang lebih umum. Menarik emosi untuk ikut marah, sedih atau gembira. Juga menarik hati untuk berkata Amin. Juga menarik untuk menggerakan tangan mengetik kata amin, menekan tombol like, lalu dilanjutkan dengan share/bagikan.

Yang menjadi sorotan dalam artikel ini adalah akun-akun yang sudah terkenal merupakan pemburu like, comment, share (selanjutnya disingkat LCS). Contohnya akun Facebook tiga serangkai Fatimah Az Zahra, Umi Pipik Dian Irawati, dan Husnul Khotimah, dan yang baru saja viral karena foto Dajjal baru lahir, Kamsan Berutu.

Berbeda dengan akun-akun yang jelas-jelas milik tokoh tertentu yang memang memiliki basis pecinta, akun-akun pemburu like biasanya cenderung akun palsu. Tak ada identitas jelas, kontak maupun aktivitas kronologi yang sewajarnya. Juga tidak pernah membalas komentar. Nah, terkait sepak terjang akun pemburu LCS, berikut ini beberapa modus keji untuk meraup suka, bagi dan komentar amin:

1. Tak Peduli Etika Posting Foto

Dalam mengunggah foto, akun-akun pemburu LCS sering tak mempertimbangkan etika. Foto-foto korban kecelakaan, korban perang, sakit yang menjijikkan diunggah tanpa sensor. Meskipun secara peraturan tentang pengunggahan foto, video, dan status tentang orang kecelakaan, jenazah, korban perang, namun tindakan tersebut tidak pantas dari sisi kemanusiaan.

Foto-foto kecelakaan yang terlihat mengerikan diunggah oleh akun-akun itu sekedar penarik mata pembaca lalu dibumbui doa, akhirnya yang membaca tak segan mengetik amin dan menekan tombol like. Jika memang benar dugaan bahwa FP pemburu LCS itu pada akhirnya adalah untuk barang dagangan, maka tindakan pemilik FP itu sama saja mengeruk keuntungan di atas penderitaan keluarga korban.

2. Hoax Pun Jadi Asalkan Doanya Mantap

Ini adalah prinsip yang terlihat dari gaya akun-akun pemburu LCS ketika membagikan hoax. Yang penting untuk menarik massa kalangan muslim, ujungnya diimbuhi doa. Misalnya ketika menunggah gambar seekor kucing dengan kepala tertembus anak panah namun masih bertahan hidup, akun

Fatimah az-Zahra menuliskan deskripsi, “Karna mencuri sepotong ikan goreng, kucing malang ini ditusuk kepalanya dgn besi. Hanya manusia berhati iblis yang tega melakukan itu,mohon aminkan agar Allah menyelamatkan kucing ini. Komen aamiin…

Di akhir, ia sertakan kalimat ampuh, “#bantu share agar semakin bnyk mendoakan!!”

Ternyata, kucing dalam gambar tersebut diambil dari situs Daily Mail. Isi beritanya tentang seekor kucing bernama Brownie yang tertembak anak panah. Meski tembus dari kening ke telinga, namun kucing itu masih bertahan hidup dan menjalani perawatan. Tak dijelaskan kenapa kucing itu bisa tertembus anak panah.

Tentu jauh sekali dari soal mencuri sepotong ikan goreng seperti klaim diatas.

3. Tak Pernah Merespons Peringatan

Sebagai akun-akun palsu, para pengemis LCS tersebut tak peduli apakah postingannya benar atau dusta. Yang penting viral dan meninabobokkan para pengikut dengan doa. Dan tentu saja mereka tidak pernah membalas komentar, membalas like dari “jamaahnya”.

Bedakanlah misalnya dengna ketika Anda mengaminkan doa dari akun seperti Gus Mus ataupun Mario Teguh. Selain membalas komentar pengikutnya dengan like, ada juga yang sempat berbincang. Menunjukkan bahwa pemilik akun adalah nyata dan bukan palsu serta wujud kepedulian terhadap jamaahnya.

4. Doa Ngawur dan Ancaman yang Memaksa

“Jika Anda Islam Komen Aamiin …”

Begitu sering kalimat seperti itu dijadikan alat untuk “memaksa” pembaca mengetikkan Amiin. Apalagi kalau ujungnya di tambah “Tolong sebarkan biar banyak yang mendoakan.” Tambah terjebak pembacanya.

Padahal, apa hubungannya komentar amiin pada suatu postingan dengan keislaman seseorang? Apakah jika tidak komentar amiin lantas jadi murtad? Konyol bukan? Belum lagi doa yang model ketik amin bisa masuk surga. Tambah konyol.

Ada lagi doa yang ngawur tapi para pembacanya tidak meneliti. Misalnya ketika mengunggah gambar santri di salah satu pesantrn yang rela shalat jumat kehujanan karena masjid sudah penuh, akun abal-abal itu menulis, “Demi solat jumat orang ini rela ujan2nan basah kuyup.. yg like, share n komen aamiin semoga rezekinya melimpah ruah seperti air hujan ini aamiin..

Coba Anda pikir, apa hubungannya antara doa minta rezeki berlimpah dengan membagikan foto orang salat kehujanan? Apalagi dengan doa yang “dipimpin” oleh akun yang tak segan menipu demi mengejar like dan share.

Memang, tidak semua postingan akun-akun pemburu LCS lantas hoax dan jelek. Namun lebih banyak ngawurnya. Jikalau Anda ingin berdoa di dunia maya, alangkah lebih baik dan cerdasnya mengikuti akun-akun yang jelas milik manusia.

Lebih baik lagi jika milik ulama-ulama yang menyejukkan. Atau misalnya akun Mario Teguh. Meskipun mungkin dirinya sedang suram tersandung masalah, namun doa-doanya tidak ngawur dan tidak sembarangan mengunggah foto apalagi menebar hoax.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.