Menu Tutup

Luruskan Niat! Jangan Pengen Jadi Guru Hanya untuk Dapat Tunjangan Sertifikasi

DatDut.Com – Saat saya menuliskan ini, status saya masih menjadi mahasiswi (hampir akhir) yang lebih banyak mendengarkan ceramah dosen di kelas ketimbang mengamalkan ilmu yang saya punya. Sebagai mahasiswi (hampir akhir) fakultas keguruan, saya pun menghadapi berbagai problematika, terutama pertentangan pola pikir dan konflik batin yang tentunya saya alami sendiri.

Keresahan-keresahan itu muncul sejalan dengan tugas-tugas kuliah saya yang menumpuk, dan bukannya saya kerjakan, saya malah asyik menulis tulisan ini.

Saya mau curhat sedikit. Jadi, sebenarnya saya tak pernah berkeinginan untuk jadi guru atau masuk fakultas keguruan seperti saat ini. Tapi ya mau gimana lagi, tiga kali saya ditolak masuk Sastra Indonesia membuat saya berpikir untuk move on. Buat apa menunggu yang tak pasti, sedangkan saat itu saya berhasil diterima di fakultas keguruan atas dasar coba-coba dan mau tahu aja.

Tahun pertama saya berusaha mencintai perkuliahan, tahun kedua saya mulai bisa cinta, dan di tahun ketiga saya malah merasa tidak/belum pantas menjadi guru nantinya.

Loh, kenapa?

Ada sesuatu yang mengusik pikiran saya akhir-akhir ini, tentang kontribusi apa yang akan diberikan oleh orang-orang seperti saya ke depannya. Maka dari itu, saya menuliskan ini sebagai bahan pembenahan, khususnya untuk saya sendiri.

Dan berdasarkan survei abal-abal yang saya lakukan serta perenungan saya secara mendalam, saya dapat menyimpulkan bahwa sebaiknya jangan jadi guru, kalau…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.