Menu Tutup

Ini 5 Makanan Indonesia Berbahan Singkong Ini Telah Naik Kasta

DatDut.Com – Singkong atau ketela pohon merupakan salah satu sumber karbohidrat dan termasuk makanan pokok selain beras. Singkong juga sangat mudah ditanam di Indonesia. Seperti bait dalam lagu Tanah Surga Koes Plus “tongkat kayu dan batu jadi tanaman,” begitulah adanya singkong.

Cukup batangnya ditancapkan ke tanah, ia akan tumbuh dan beberapa bulan kemudian sudah berbuah. Kalau terpaksa tak punya pupuk, ya tidak perlu dipupuk. Pohon singkong tetap akan berumbi.

Salah satu manfaat singkong dalam industri adalah sebagai bahan baku pembuatan tepung tapioka atau aci. Pengolahan singkong menjadi makanan juga banyak ragamnya. Dari yang sekedar digoreng sampai yang diolah dengan resep khusus.

Tapi tahukah Anda bahwa singkong melahirkan berbagai makanan unik? Bahkan beberapa di antaranya kini telah naik kasta karena harganya mengalahkan beras. Makanan berbahan singkong yang dahulu identik sebagai makanan orang miskin, menjadi lebih mahal harganya dan dikonsumsi juga oleh orang kaya. Berikut ini beberapa makanan yang berbahan dasar singkong yang telah naik derajat:

1. Gatot

Dimulai dari pengolahan paling dasar. Singkong yang dikupas lalu dijemur hingga kering disebut gaplek. Warnanya belang-belang hitam putih. Kalau gaplek ini direndam lalu dipotong-potong kamudian dikukus maka jadilah makanan yang namanya gatot. Tak ada penjelasan kenapa namanya gatot, apakah ada hubungan dengan tokoh pewayangan yang bernama gatot kaca?! Hehehe.

Gatot mempunyai ciri khas berwarna belang hitam putih. Biasa dihidangkan dengan tambahan kelapa parut. Anak muda jaman sekarang pastilah sudah jarang yang tahu makanan ini. Tetapi makanan ini sekarang sudah menjadi jajanan khas Gunung Kidul, Yogyakarta. Termasuk makanan yang diburu oleh wisatawan kuliner.

2. Tiwul

Tiwul adalah olahan lain dari gaplek. Setelah direndam hingga lunak dan dicuci, gaplek diperas dengan alat khusus hingga setengah kering, kemudian ditumbuk hingga lumat sehingga mirip tepung yang lembab. Gaplek tumbuk kemudian dibentuk bulat-bulat dengan cara memutar-mutarnya dalam tampah. Kadang perlu ditambahkan juga tepung gaplek. Proses ini dalam bahasa Jawa disebut nginteri.

Hasil nginteri dikukus setengah matang dengan ciri kenyal pada butiran gaplek tumbuk. Kemudian tiwul kukus ini dijemur hingga kering. Sampai tahap ini, pembuatan beras tiwul sudah selesai. Tiwul kering bisa dikonsumsi dengan cara dikukus lagi atau cukup direndam air panas hingga mengembang.

Dulu tiwul identik dengan kemiskinan karena merupakan makanan pengganti beras saat itu. Namun seiring perubahan zaman dan adanya penelitian, ternyata tiwul sangat cocok untuk diet bagi penderita diabetes. Ini karena kandungan kalori pada tiwul lebih rendah daripada nasi dari beras.

Dalam 100 gram nasi tiwul terkandung fosfor 40 gram, karbohidrat 35 gram, kalsium 33 mg, vitamin C 30 mg, protein 1. 20 mg, zat besi 0. 70 mg, lemak 0. 30 mg, vitamin B1 0. 01 mg. Demikian dikutip “kering” dari Idbaca.com.

Dengan manfaat istimewa tersebut, tiwul kini naik kasta. Bukan lagi dikonsumsi karena kemiskinan sehingga tak mampu beli beras, tapi karena menjaga kesehatan. Apalagi sekarang harga tiwul lebih mahal ketimbang beras.

Tiwul juga merupakan jajanan khas Gunung Kidul Yogyakarta. Salah satu contoh penjual gatot dan tiwul yang terkenal di kawasan itu adalah Mbah Hadi. Kakek ini telah menekuni jualan gatot dan tiwul selama 40 tahu lebih dan berhasil mengentaskan ketujuh anaknya. Hal ini seperti dikutip dari Brilio.net.

3. Oyek

Kalau tiwul kebanyakan berwarna kehitaman, tetapi oyek memiliki tampilan agak putih kekuningan. Prosesnya lebih cepat daripada tiwul. Singkong yang baru dikupas lalu direndam beberapa hari hingga lunak. Singkong yang kesannya busuk ini lalu dikeringkan dengan cara diperas dengan alat penjepit khusus.

Setelah agak kering lalu ditumbuk hingga halus. Kemudian hasil tumbukan ini dibentuk bulatan dengan cara di-interi seperti tiwul. Setelah berbentuk bulatan-bulatan kecil lalu dikukus setengah matang kemudian dijemur hingga kering.

Kandungan manfaat dalam oyek kurang lebih sama dengan tiwul. Hanya saja harga oyek agak lebih murah daripada tiwul. Dari baunya, bau oyek agak kurang sedap. Sebagaimana tiwul, oyek pun harganya kini sama dengan beras. Jadi, oyek tak identik dengan makanan orang miskin lagi.

4. Sawut

Makanan satu ini juga agak aneh namanya. Sawut Merupakan salah satu cara konsumsi singkong sebagai pengganti beras. Sekarang sawut sudah dimodifikasi menjadi camilan dengan berbagai resep dan rasa.

Pada dasarnya, pembuatan sawut sangat simpel. Cukup singkong kupas di parut kasar lalu dicampur garam kemudian dikukus hingga matang. Biasanya sawut dihidangkan dengan tambahan kelapa parut. Ada juga yang ditambahi gula.

5. Donat singkong

Ternyata singkong bisa juga diolah menjadi kue yang lebih tinggi lagi levelnya. Donat. Cara pembuatannya agak rumit memang. Jadi, kalau Anda berminat untuk coba-coba membuat donat singkong, silakan cari resepnya yang banyak bertebaran di Google.

Dengan tampilan yang unik dan menarik, donat tersebut tak nampak sebagai makanan berbahan singkong lagi. Sudah naik ke kelas roti dan makanan orang ekonomi menengah ke atas.

nasrudin maimun

Kontributor : Nasrudin | Penggemar martabak dan bakso

FB: Nasrudin El-Maimun

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *