Menu Tutup

Benarkah Imsak Baru Berlaku Saat Azan Subuh Berkumandang? Ini Argumen Pembandingnya

DatDut.Com – Di awal-awal Ramadan saya juga sempat menerima potongan video dari Youtube yang menyalahkan tradisi imsak. Sekedar info, ustad di video itu adalah teman saya saat kuliah di FDI (Fakultas Dirasat Islamiyah) UIN Ciputat (2003), tapi beliau tidak sampai selesai karena pindah kuliah ke Libya. Namanya Adi Hidayat. Orangnya rajin, pintar, dan kritis. Namun demikian kekritisannya dalam video tersebut sepertinya laik untuk dikritisi juga.

Tazamunan (pada saat yang sama) saya juga menerima notifikasi dari FB tentang video rekaman safari dakwah Syekh Dr. Said Al-Kamali di Abu Dhabi, UEA terkait imsak. Jika Anda paham bahasa Arab, silahkan cari di Youtube dengan kata entri bahasa Arab: “yasyrab al-ma’ ma’a adzanil fajr”.

Sekedar info, Syekh Said Kamali ini salah satu ulama muda yang disegani di Maroko, memiliki pengikut yang massif dan mengampu Al-Kursi Imam Malik (majelis taklim Imam Malik) setiap jumat malam. Dinamai demikian sebab beliau mengajar sambil duduk di kursi tinggi besar, mengupas hadis-hadis yang terdapat dalam kitab Al-Muwatha’.

Temanku, Ustad Adi menyatakan kurang lebih bahwa kata imsak yang berlangsung selama ini merupakan tradisi yang salah kaprah, sebab saat imsak dikumandangkan kita masih boleh makan dan minum. Padahal, imsak itu kata lain dari shaum (puasa). Artinya, sudah tidak diperbolehkan makan dan minum. Menurutnya kata atau istilah yang tepat yang dipakai untuk imsak adalah tanbih atau dzikrun.