Menu Tutup

Ini Hoax-hoax Seputar Kunjungan Raja Salman yang Dipakai untuk Saling Bully

DatDut.Com – Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia tinggal menunggu hari. Seperti dikabarkan Jawa Pos, kargo pengangkut berbagai fasilitas milik kerajaan Arab Saudi sudah sampai lebih dahulu. Berbagai fasilitas khusus di datangkan langsung dari Arab Saudi secara bergelombang sejak 15 Februari lalu hingga nanti 28 Februari.

Kunjungan Raja Salman yang membawa berbagai perlengkapan dan logistik sendiri ini tergolong paling heboh. Seperti di lansir Tribun Bali, total perlengkapan yang akan dibawa Raja Salman adalah 459 ton. Penyedia jasa layanan kargo udara lokal, PT. Jasa Angkasa Semesta (JAS) mendapat kepercayaan untuk mengurusi pengangkutan segala perlengkapan tersebut.

Bukan hanya soal perlengkapan saja, terkait profil pribadi Raja Salman pun terkuak fakta menarik. Seperti dilansir Sindonews.com, ternyata raja berusia 81 tahun tersebut telah hafal Alquran sejak usia 10 tahun.

Selain itu Raja Salman pada saat menerima Presiden Barack Obama, 25 Oktober  2016 menjadi pusat pemberitaan. Selain Michelle, istri Obama yang tidak berjilbab, Raja Salman juga sempat meninggalkan tamunya untuk salat begitu mendengar adzan.

Raja ini juga pernah memerintahkan eksekusi salah satu pangeran Saudi, Pangeran Turki bin Saud karena telah menembak mati seorang pemuda pada 2004. Hal itu dilakukan sebagai penegakan hukum karena keluarga korban menolak uang diyat/uang darah.

Soal kedatangan Raja Salman ke Indonesia, ada fakta lain yang patut dicatat sebagai keunikan atau malah keanehan. Karena di Indonesia memang selalu ada kelompok pro dan kontra terhadap tokoh-tokoh luar negeri, maka kedatangan Raja Salman dengan berbagai kabarnya menjadi bahan saling serang ejekan atau sindiran. Bahkan ada pihak yang memanfaatkan untuk bahan hoax. Seputar apa sajakah itu? Berikut ulasannya:

1. Saling Serang Karena Isu Akan Temui Habib Rizieq

Entah siapa pertama kali yang menghembuskan kabar bahwa Raja Salman akan datang ke Indonesia dalam rangka wujud perhatian terhadap umat Islam yang tertindas atau selalu tersudutkan. Bahkan, konon Raja Salman juga akan menemui Habib Rizieq Shihab dalam kunjungannya nanti. Isu tersebut kian menguat karena salah satu media nasional memasang judul berita yang melenceng dari isinya.

Berita saling silang dan saling bully akhirnya padam dengan rilis pernyataan resmi Kedubes Arab Saudi pada 27 Januari. Dalam pernyataan tersebut Kedubes Arab Saudi menegaskan bahwa kedatangan Raja Salman adalah dalam rangka memenuhi undangan Presiden Jokowi. Juga sebagai balasan atas kunjungan Presiden RI pada tahun 2015.

2. Saling Serang Soal Rencana Santunan kepada Keluarga Anggota Densus 88

Selain urusan penambahan kuota haji, ternyata Raja Salman juga akan memberikan dukungan terhadap keluarga kepolisian anggota Densus 88. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Agung pada Selasa, 21 Februari 2017. Seperti dilansir Tempo.com, Sekretaris Kabinet mengatakan, “Untuk anggota Densus 88 yang meninggal dunia dalam tugas, orangtua dan keluarganya per tahun akan dihajikan Kerajaan Arab Saudi.”

Kabar ini pun menjadi amunisi baru untuk mem-bully kalangan yang anti terhadap Densus 88. Sudah bukan rahasia lagi bahwa sebagian masyarakat ada yang menyebut para pemberontak dan teroris sebagai mujahidin. Kalangan tersebut termasuk yang mengidolakan Arab Saudi sebagai kiblat negara Islam.

3. Bawa Investai Milyaran Dollar, Berinvestasi atau Membantu Lepas dari China?

Dilansir Republika.co.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan bahwa kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud berpeluang bagi pemerintah Indonesia untuk membuka pintu investasi.

Dikatakan juga bahwa nantinya akan ada penandatanganan investasi dengan Saudi Aramco. Total investasi untuk proyek di Cilacap adalah enam miliar dolar AS. Selain itu ada proyek lain yang investasinya bernilai 1 miliar dolar AS. Total Investasi yang akan ditandatangani nanti adalah senilai 7 miliar dollar.

Bahkan, dikutip dari Finance.detik.com, diharapkan nantinya secara keseluruhan investasi dari Arab Saudi mencapai 25 miliar dollar.

Kabar inipun segera menjadi amunisi baru. Salah satu blog telah menyebarkan berita dengan klaim bahwa Raja Salman berinvestasi besar-besaran adalah dalam rangka membantu Indonesia lepas dari pengaruh China. Ada juga yang membandingkan dengan total investasi China yang baru berjumlah US$1,6 miliar pada triwulan III 2016 (industri.bisnis.com, 20/2/2017).

4. Tulisan di Pesawat Kerajaan Arab Saudi Menarik Komentar Masyarakat

Ini yang menarik. Beredar foto pesawat kerajaan Arab Saudi yang biasa dipakai Raja dalam berbagai kunjungannya. Di bagian depan samping pesawat Saudi Arabia tersebut bertuliskan arab الله يحفظك (semoga Allah melindungi Anda). Menariknya, tulisan tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menggunakan God Bles You.

Padahal di Indonesia, ucapan God bless you identik dengan ucapan nonmuslim khususnya Kristen. Dalam berbagai foto, pesawat-pesawat yang mengangkut perlengkapan memang tulisan tersebut ada. Hal tersebut menjadi bahan perbincangan baru di Twitter dan media sosial lainnya.

5. Ada Hoax Lowongan Pekerjaan Paruh Waktu

Kedatangan Raja Salman dengan rombongannya yang mencapai 1500 orang ditambah 10 menteri, dan 25 pangeran oleh sebagian orang dianggap peluang lowong pekerjaan. Mungkin memerlukan jasa penerjemah bahasa ataupun tambahan tenaga pelayan yang fasih berbahasa Arab. Berikut narasi salah satu kabar lowongan pekerjaan paruh waktu yang beredar:

Info: Dibutuhkan 15 org Partime Fasih bhs ‘Arob, utk menemani & melayani tamu kehormatan Raja Salman beserta Staff di Ritz Carlton Hotel Jakarta..

Start 28 feb unt 3 mar 17

Cp: 082386805888

Untuk yang berminat silahkan kirimkan *foto ktp dan cv lengkap* (word) ke email ini :

jokomulyono128@gmail.com

Dengan subjek :

Pendaftaran partime kunjungan Raja Salman.

Informasi yang sekilas menarik itu sebenarnya patut dipertanyakan. Soalnya, sebagai kunjungan kenegaraan yang tentunya berkaitan dengan Kementerian Luar Negeri, aneh jika pendaftaran untuk sejumlah lowongan pekerjaan melalui email pribadi. Menelusuri kebenaran informasi tersebut tim dari Sekoci, salah satu grup anti-hoax menanyakan langsung kepada pihak Kementerian Luar Negeri lewat Twitter.

Akun resmi Kemlu RI menjawab, “@TeamSekoci Dpt diinformasikan bhwa lowongan ini tdk valid, mohon waspada u/TIDAK memberikan data pribadi pd pihak2 yg tdk bertanggung jawab.”

Wal hasil, lowongan pekerjaan paruh wakut sebagai pelayan tamu tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Itulah beberapa hal menarik seputar kedatangan Raja Salman ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.