Menu Tutup

Haramkah Mengkhususkan Yasinan di Malam Jumat? Ini Penjelasan Ust. Ma’ruf Khozin

DatDut.Com – Malam Jumat bagi sebagian besar umat Islam Indonesia merupakan malam yang diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. Paling umum adalah jamaah Yasin dan tahlil. Sebagian ada pula yang menggunakannya untuk melakukan pembacaan maulid ataupun pengajian lainnya.

Di antara orang yang tak setuju dan menganggap bidah kegiatan yasinan dan tahlilan malam Jumat kadang beralasan bahwa menghidupkan malam Jumat dengan ibadah khusus adalah makruh. Ada juga yang melontarkan ungkapan, kenapa harus Yasin yang dibaca? Bukankah surah al-Kahfi lebih jelas dalil kesunahannya?

Ustadz Ma’ruf Khozin, pengasuh kajian Aswaja di Majalah AULA dan Anggota Tim Aswaja NU Centre Jawa Timur menjawab dalam salah satu kajiannya. Penjelasan itu ia unggah dalam akun Facebooknya sebagai dokumentasi dan dakwah. Berikut penjelasannya:

Semalam waktu pengajian Lailatul Ijtima’ (bukan night club) di Ranting NU Ngagel Rejo Kec. Wonokromo, ada jamaah yang menyanggah setelah saya jelaskan dalil Yasinan di malam Jumat. Ia pernah mendengar bahwa mengkhususkan ibadah di malam Jumat dan puasa di hari Jumat adalah haram. Lalu saya jawab dengan menjelaskan hadis tersebut:

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻗﺎﻝ: ﻻ ﺗﺨﺘﺼﻮا ﻟﻴﻠﺔ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﺑﻘﻴﺎﻡ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ اﻟﻠﻴﺎﻟﻲ، ﻭﻻ ﺗﺨﺼﻮا ﻳﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﺑﺼﻴﺎﻡ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ اﻷﻳﺎﻡ، ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺻﻮﻡ ﻳﺼﻮﻣﻪ ﺃﺣﺪﻛﻢ

Sabda Nabi: “Janganlah mengkhususkan malam Jumat dengan ibadah malam diantara malam yang lain. Dan jangan mengkhususkan hari Jumat dengan puasa diantara hari yang lain, kecuali bersamaan dengan puasa kalian” (HR Muslim)

Larangan diatas tidak mengarah kepada haram, namun makruh seperti yang disampaikan ulama ahli hadis:

ﻓﺬﻫﺐ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﻌﻠﻢ ﺇﻟﻰ اﻟﻘﻮﻝ ﺑﻬﺬﻩ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻭﺳﻠﻤﺎﻥ ﻭﻗﺎﻝ ﺑﻪ ﺃﺣﻤﺪ ﻭاﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻻ ﻳﻜﺮﻩ

Sebagian ulama memilih pendapat ini (makruh), termasuk Abu Hurairah, Salman, Ahmad dan Syafi’i. Malik dan Abu Hanifah mengatakan tidak makruh” (Aun Al-Ma’bud syarah Sunan Abi Dawud)

Dan yang dimaksud “Qiyam” di hadis tersebut adalah salat, bukan membaca Quran:

ﻭﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻟﻨﻬﻲ اﻟﺼﺮﻳﺢ ﻋﻦ ﺗﺨﺼﻴﺺ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﺑﺼﻼﺓ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ اﻟﻠﻴﺎﻟﻲ

Di dalam hadis ini terdapat larangan jelas untuk mengkhususkan malam Jumat dengan salat di antara malam-malam yang lain,” (Syarah Muslim).

Tentang tuduhan sebagian orang yang mengatakan bahwa pengamal yasinan mengkhususkan surat Yasin hanya dibaca malam Jumat, beliau menjelaskan bahwa itu tidak benar.

Buktinya jika diundang di malam yang lain juga tetap baca Yasin, baik Tahlil atau Istighotsah, baik malam Sabtu, malam Ahad dan lainnya.

Tentang kesunaha menghidupkan malam Jumat dengan ibadah, Ust. Ma’ruf Khozin mengutip keterangan dari para ulama.

■ Pendapat Ulama Mujtahid Fikih

قيام ليلة الجمعة:

نص الحنفية على ندب إحياء ليلة الجمعة . وصرح الشافعية بأنه يكره تخصيص ليلة الجمعة بقيام. أي بصلاة ، لحديث: لا تختصوا ليلة الجمعة بقيام من بين الليالي . أما تخصيص غيرها، سواء كان بالصلاة أو بغيرها، فلا يكره. وكذلك لا يكره تخصيص ليلة الجمعة بغير الصلاة، كقراءة القرآن، أو الذكر، أو الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم.

“Ulama Hanafiyah menjelaskan anjuran menghidupkan ibadah malam Jumat. Ulama Syafiiyah memakruhkan jika dengan salat. Jika bukan dengan salat maka tidak makruh, seperti dengan membaca Al-Quran, dzikir dan shalawat kepada Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama” (Al-Mausu’ah Al-Kuwaitiyah)

■ Dalil Membaca Surat Yasin di Malam Jumat

Ahli hadis Al-Hafidz As-Suyuthi di dalam kitabnya Al-Lum’ah fi Khashaish Al-Jumat menghimpun dalil-dalil amaliah yang dianjurkan di malam Jumat atau hari Jumat. Diantaranya:

الحادية والستون: قراءة يس ليلتها

Kekhususan No 61 adalah membaca Yasin di malam Jumat

أخرج البيهقي في الشعب، عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” من قرأ ليلة الجمعة حم الدخان، ويس، أصبح مغفوراً له “

Al-Baihaqi meriwayatkan dalam Syuab Al-Iman dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: “Barang siapa membaca di malam Jumat surat Hamim Ad-Dukhan dan Yasin, maka ia diampuni

وأخرجه الأصفهاني بلفظ: ” من قرأ يس في ليلة الجمعة غُفر له ” .

Al-Ashfihani meriwayatkannya dengan redaksi: “Barang siapa membaca Yasin di malam Jumat maka ia diampuni.”

“Andaikata masih bersikukuh bahwa hadis-hadis di atas adalah dhaif, maka kita ikut mayoritas ulama yang membolehkan mengamalkan hadis dlaif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *