Menu Tutup

Daripada Ribut Soal Tahlilan Bidah dan Sesat, Layani Saja Tantangan Mubahalah dari Orang Ini!

DatDut.Com – Soal tahlilan bidah dan sesat, seakan tidak usang untuk dibahas dan dibidahkan. Dari sejak pertama kali dibidahkan, dijawab hingga berdebat, hingga kini masih saja soal bidah membidahkan tidak kunjung selesai. Bila pemain lama mundur, tampillah pemain baru yang unyu-unyu dan lugu namun garang berkata bidah. Bahkan ada juga yang menghukumi tahlilan lebih berdosa ketimbang zina. Innalillah…

Berbagai artikel, tulisan dan bahkan buku-buku disusun untuk propaganda penyebaran fatwa sesatnya tahlilan. Begitu juga artikel, tulisan, dan buku yang membantah pun tak kurang-kurang. Dialog, diskusi hingga debat juga tidak menuntaskan polemik. Atau memang ada yang susah diajak hidup damai?

Diskusi dunia maya selalu memakan waktu, pikiran dan tentu kuota paketan yang tidak murah. Waktu debat via dunia maya cenderung lebih lama karena orang lebih bebas mengutarakan argumen tanpa ada tenggang waktu.

Kadang satu status bisa seminggu belum tuntas. Itupun juga tidak berujung membuat orang berhenti menuding sesat terhadap amaliyah kelompok muslim lain. Inilah mungkin sebagian latar belakang yang membuat salah satu pengamal tahlilan ini jengah dan jenuh.

Suwuk Aswaja Altegali, adalah nama akun di facebook yang membagikan ulang tantangannya kepada mereka yang selalu menghujat tradisi tahlilan. Pemilik akun ini adalah admin sebuah blog bernama hujahahlusunnah.wordpress.com juga seorang praktisi ruqyah syar’iyyah.

Sering menghadiri undangan dan permintaan orang untuk melakukan pengobatan dengan metode ruqyah. Menurut pengakuan dan komentar dari pasiennya, ia melakukan pengobatan tanpa mematok tarif, bahkan sebagian pasien mengatakan ia sudi membantu tanpa upah sepeser pun.

Bernama asli Shofi Alikhwan, akun Fb-nya sudah berkali-kali “pingsan” karena serangan orang-orang yang tak senang dengan dakwah dan sepak terjangnya menentang faham salafi khususnya dalam dunia pengobatan metode ruqyah.

Dalam beberapa postingan statusnya, ia mengetengahkan fakta bahwa ruqyah yang dilakukannya dengan ruqyah yang dilakukan para praktisi berfaham salafi sangat berbeda. Karena sering dituduh memakai metode syirik dan bidah, Shofi Alikhwan pun membantah dan balik membongkar sisi buruk ruqyah ala salafi.

Seperti statusnya pada 1 Oktober kemarin yang mengkritisi salah satu video ruqyah yang mempertontonkan aksi peruqyah yang katanya menggorok leher jin. Menurutnya, jangankan membunuh dengan menggorok leher jin, Rasulullah saja mengurungkan niat untuk mengikat jin yang mengganggunya saat shalat. Karena itu, ia berpendapat bahwa ruqyah ala peruqyah salafi adalah ruqyah yang bidah.

Kembali ke soal tantangan mubahalah. Tantangan itu telah dimuat dalam blognya sejak 14 Mei 2013. Sudah tiga tahun berlalu, namun hingga kini belum ada satupun dari pihak yang getol membidahkan tahlilan berani melayani tantangan Suwuk Aswaja Altegali tersebut.

Sebagian tulisan dalam blog tersebut begini ungkapannya: “Bismillah…Di saat hawa nafsu menguasai, saat dakwah yang lembut dan penuh hikmah menemui jalan buntu, saat hujjah yang berlandaskan al-Qur’an dan as-sunnah serta pemahaman para ulama tidak dapat menundukkan hati yang sudah kadung mengeras. Saat kebenaran harus mentok, dan kebatilan semakin digandrungi. Maka dalam kondisi kepepet semacam itu Allah Ta’ala memberikan jalan keluar bagi seseorang yang memegang kebenaran yang sedang berhadapan dengan pengusung kebatilan untuk menggunakan sebuah jalan yang— insya Allah — dengan cara itulah Allah akan menampakkan mana yang benar dan mana yang salah. Cara itulah yang dikenal dengan istilah “Mubahalah”.

Telah dishare ratusan kali, ternyata belum pernah seorang pun yang dengan tegas menjawab tantangan ini. Sehingga pada akhir artikel itu, Suwuk yang juga adminnya menambahkan kata-kata sebagai berikut:

… Sehingga terlintas pertanyaan saya apakah mereka yang menyesatkan tahlilan hanya setengah setengah, artinya masih ragu dalam fahamnya? Bukankah Islam mengajarkan untuk berkata yang haq meskipun pahit yang akan didapat? Bukankah yang haq akan mengalahkan yang batil?? Namun apa yang terjadi dengan mereka, ketika tantangan saya layangkan mereka seolah takut dan bersifat seperti banci?

Bagi Suwuk pribadi berprinsip, untuk apa takut jika benar? Mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kebenaran adalah wajib hukumnya.

Tak hanya menulis dalam blog pribadinya, Shofi Alikhwan alias Suwuk Aswaja Altegali juga pernah melayangkan tantangannya ke beberapa Fans Page milik orang salafi. Misalnya Fp. Ustadz Firanda, Ahmad Jaiz, Radio Sahabat Fm Tegal, Polri Cinta Sunnah dan lainnya termasuk FP Hadis Shahih.

Tantangan itu ia kirim baik via inbox maupun kolom komentar. Namun sayang, bukan tanggapan atau respon seimbang yang didapat, akun FB Suwuk malah diblok tidak bisa berkomentar atau berkirim pesan. Hal itu terungkap dalam postingan statusnya bertanggal 25 September 2016.

Di akhir statusnya tersebut, ia kembali mengulang ajakan mubahalah kepada siapapun yang berpendapat bahwa tahlilan adalah sesat. Ia menulis:

“Mari konsisten dan dewasa di dalam menyikapi suatu perbedaan tanpa harus menghukumi sesat. Karena Anda akan malu sendiri jika dihadapkan denga kopdar umum dengan Tema MUBAHALAH. Tanpa debat kusir, adu pendapat, atau adu dalil. Jika saya diharuskan celaka karena melakukan tahlilan maka saya siap dan pasrah kepda Allah Swt. Itulah keyakinan saya yang sampai saat ini melekat dalam prinsip aqidah.

Saya … mulut bicara tidak sesat, hati pun haqqul yakin tidak sesat.

Lantas bagaimana keyakinan Anda yang meyakini sesatnya tahlilan?? Apakah hanya dari “katanya”/link google? Jika benar keyakinan anda dari dalm hati, maka yuk kita kopdar untuk sama sama melakukan #MUBAHALAH. Resikonye ditanggung masing masing. Demikian Tantangan ini saya tujukan kepada seluruh asatid/pengikut kaum penuduh sesat tahlilan. Barakallahufikum.”

Menarik saya pikir tantangan mubahalah terkait sesat tidaknya tahlilan ini. Daripada sesama muslim berdebat dan menebar ujaran kebencian hanya soal tahlilan, bukankah lebih baik energi digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan positif lainnya? Nah, jika memang Anda yakin dan mantap dengan pendapat bahwa tahlilan adalah bidah, sesat, dan pasti neraka, silakan saja layani tantangan ini.

Setelah itu hentikan semua silang sengketa dan ujaran menyakiti muslim dari kelompok lain. Kita tunggu apa yang akan terjadi sembari memperbaiki amaliyah masing-masing. Ada yang punya nyali dan berminta melayani? Silakan kontak langsung dengan akun Suwuk Aswaja Altegali. Wallahu A’lam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.