Menu Tutup

Ini 5 Pandangan Ulama tentang Cadar

Syiar.co.id – Fenomena penggunaan cadar bagi Muslimah Indonesia baru terlihat sejak lengesernya Soeharto dari tampuk kepemimpinan negara ini. Muslimah Indonesia takut berpakaian yang “aneh-aneh” saat era Soeharto. Namun kebebasan yang dirasakan Muslimah Indonesia dalam mengenakan atribut-atribut agama tampak terlihat jelas sejak lengsernya Soeharto.

Kini, bukan hanya banyak yang berjilbab, Muslimah yang bercadar pun banyak. Perbedaan pendapat ini terkait batasan aurat perempuan. Tulisan ini fokus membahas pandang ulama terkait aurat perempuan di hadapan pria yang bukan mahramnya. Bagaimanakah pandangan ulama mengenai cadar? Apakah wajah perempuan termasuk aurat? Ini 5 pendapat dari berbagai ulama:

[nextpage title=”1. Zakariya al-Anshari”]

1. Zakariya al-Anshari

Syekh Zakariya al-Anshari berpendapat bahwa laki-laki yang melihat wajah dan kedua telapak tangan perempuan itu hanya dihukumi makruh ketika tidak terdapat syahwat bagi yang melihatnya.

Menurutnya, menutup wajah bagi perempuan itu hanya sunah ketika terdapat maslahat yang dapat menjaga harga diri perempuan, seperti dikutip dari Asnal Mathalib karya ulama al-Azhar yang wafat pada tahun 926 hijriah ini.

[nextpage title=”2. Ali Jum’ah”]

2. Ali Jum’ah

Ketika Anda searching dengan kata kunci an-niqab ‘inda Ali Jum’ah dalam aksara Arab, maka terdapat video ceramah Syekh Ali Jum’ah terkait penggunaan cadar bagi perempuan. Menurutnya, yang wajib itu hijab, bukan niqab, cadar. Cadar itu bagian dari budaya, sementara hijab itu syariat.

Menutupi wajah itu tidak wajib. Kewajiban menutup kepala perempuan itu telah disepakati semua ulama, baik dari kalangan Suni maupun Syiah. Walaupun demikian, mantan Mufti Republik Mesir ini, menyatakan pendapat Imam Ahmad bahwa menutup wajah bagi perempuan itu sunah.

[nextpage title=”3. Abdul Aziz bin Baz”]

3. Abdul Aziz bin Baz

Menurut Syekh Abdul Aziz bin Baz, seperti dikutip dari Binbaz.or.sa, diri perempuan itu sendiri adalah aurat. Maka menutup wajah perempuan itu bagian dari kewajiban agama. Pada masa awal Islam, perempuan memang masih diperbolehkan memperlihatkan wajah dan tangannya di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya, dan bahkan diperbolehkan berkomunikasi dan bergabung bersama komunitas laki-laki. Namun, menurut mantan Mufti Arab Saudi ini, kebolehan tersebut telah dihapus surah al-Ahzab ayat 59.

Menurut Binbaz, membuka wajah yang dilihat oleh lelaki yang bukan mahram itu termasuk maksiat, kecuali dalam ihram. Karena Nabi melarang perempuan yang sedang ihram menggunakan cadar. Namun larangan penggunaan cadar ini tidak menghalangi kewajiban perempuan menutupi wajahnya dengan khimar, bukan niqab.

[nextpage title=”4. Yusuf al-Qardhawi”]

4. Yusuf al-Qardhawi

Video pendapat Syekh Yusuf al-Qardhawi terkait cadar juga terdapat dalam Youtube. Menurutnya, cadar itu tidak wajib, bahkan beliau menganjurkan perempuan lebih baik tidak bercadar pada era modern ini. Bahkan, ulama jebolan Universitas Al-Azhar ini menulis buku yang berjudul an-Niqab lil Mar’ah bainal Qaul bi Bid’iyatihi wal Qaul bi Wujubihi.

Buku ini menjadi jawaban moderat antara ulama yang menganggap bidah pemakaian cadar bagi perempuan dan ulama yang mengangap wajibnya mengenakan cadar bagi perempuan. Menurutnya, mayoritas ulama itu berpendapat bahwa wajah perempuan itu bukan bagian dari aurat. Sementara, ulama mazhab Hanbali mengatakan sebaliknya.

[nextpage title=”5. Ali Mustafa Yaqub”]

5. Ali Mustafa Yaqub

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Ali Mustafa Yaqub, memberikan kriteria pakaian islami dalam bukunya at-Thuruq as-Shahihah fi Fahmi as-Sunnah an-Nabawiyah. Menurutnya, pakaian islami itu harus memenuhi empat syarat, yaitu menutup aurat, tidak ketat, tidak transparan, dan tidak menyerupai lawan jenis.

Pengasuh Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah ini, menekankan bahwa pakaian Muslim atau Muslimah Indonesia itu harus disesuaikan dengan masyarakat Indonesia pada umumnya. Konon, menurut Mahasantri putri yang pernah nyantri di Darus-Sunnah melarang santri putri mengenakan cadar di lingkungan pesantren (Baca: 5 Syarat Busana Muslimah Versi Imam Besar Masjid Istiqlal).

 

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *