Menu Tutup

Allah Bersemayam di Langit dan Arsy! Yuk Cari Tahu dari Hadis Mengenai Hal Ini

DatDut.Com – Pertentangan antar ayat Alquran sudah jelas terjadi jika memahami ayat-ayat istiwa’ dengan makna lahir tanpa takwil. Memilih arti dari istawa’ dengan menetapkan bersemayam, bertempat, atau duduk, berarti telah mengabaikan makna lain seperti menguasai, menuju untuk melakukan, dan telah mensifati Allah Swt. seperti makhluknya.

Belum cukup dengan dalil ayat Alquran, keyakinan bahwa Allah Swt. berada di langit juga diperkuat menggunakan hadis-hadis berikut ini, yang menegaskan bahwa Allah Swt. di langit. Silakan pertimbangkan juga hadis yang bertentangan dengannya. Ingat, kalau memakai makna lahir, semua juga dimaknai seperti itu. Jangan satu di takwil yang satu dipahami apa adanya.

1. Hadis Dalil Allah di Langit

Selain mengambil landasan dari ayat-ayat tentang istiwa’, malaikat memikul arsy, naiknya amal baik dan diangkatnya Nabi Isa a.s., keyakinan bahwa Allah Swt di langit atau bersemayam dia tas arsy juga mengambil landasan hadis-hadis berikut ini.

Dari Abu Hurairah Ra,; dari Nabi Saw., beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka malaikat itu akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia.  Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit.

Lalu Allah Swt, bertanya, … (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadis ini Rasulullah menyebutkan, ketika malaikat naik ke langit mereka lalu ditanya oleh Allah. Ini berarti Allah ada di langit.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل …

Dari Abu Hurairah r.a.; Rasulullah Saw. bersabda, “Rabb kita tabaaraka wa ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir…” (HR. Muslim, 1/384).

Kata yanzilu yang berarti turun, menunjukkan bahwa Allah ada diatas.

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم * والذي نفسي بيده ما من رجل يدعو امرأته إلى فراشها فتأبي عليه إلا كان الذي في السماء ساخطا عليها حتى يرضى عنها

Dari Abu Hurairah Ra.; Rasulullah Saw. bersabda, “Demi dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidaklah seorang suami mengajak istrinya ke ranjang (untuk berhubungan suami-istri), sedangkan istrinya itu enggan, melainkan yang ada di langit murka kepadanya sampai suaminya memaafkannya,” (HR. Muslim, 2/1060).

Alladzi fissama’ diartikan sebagai ‘Tuhan yang ada di langit’.

…فقال لها أين الله ؟ قالت في السماء قال من أنا ؟ قالت أنت رسول الله قال أعتقها فإنها مؤمنة

“… lalu Rasulullah bertanya pada budak itu, ‘Dimanakah Allah?’, ia menjawab, ‘di langit.’ Rasul bertanya, ‘Siapakah aku?’ ia menjawab, ‘Engkau adalah utusan Allah.’ Rasulullah lalu bersabda, ‘Merdekakanlah dia, karena ia seorang beriman,” (HR. Muslim, 1/381).

Dan masih banyak hadis lain yang diklaim sebagai dalil bahwa Allah di langit. Meskipun akhirnya pertanyaan semakin mengembang dengan di langit keberapa? Ketika turun ke langit dunia apakah lalu Allah mengecil dst.