Menu Tutup

Menguak 5 Fakta Seputar Kelompok Teroris Abu Sayyaf yang Menyandera WNI

DatDut.Com – Pemerintah Indonesia, Filipina, dan Malaysia tengah disibukkan dengan kasus penyanderaan warga negaranya oleh kelompok Abu sayyaf. Sementara itu, 3 dari 10 WNI yang disandera telah dibebaskan bersama 2 warga Myanmar. Meskipun informasi ini masih simpang-siur, karena berdasarkan berita dari detik.com (15/4), belum ada satu pun sandera WNI yang dibebaskan.

Abu Sayyaf merupakan kelompok militan bersenjata yang sering melakukan aksi pembajakan dan penyanderaan warga negara asing maupun lokal. Nama Abu Sayyaf sendiri sebenarnya adalah nama seorang mujahidin di Afghanistan yang berjuang melawan Uni Soviet di tahun 1980-an.

Pada akhirnya, nama Abu Sayyaf dipakai oleh sekelompok anggota pecahan dari separatis Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). Tidak hanya ingin memerdekakan Mindanao, tapi  mereka juga bercita-cita mendirikan negara Islam di kawasan tersebut.

Kelompok Abu Sayyaf ini berbeda dari gerakan perjuangan muslim Moro lainnya. Terhitung merupakan “sempalan” dari MNLF. Apa saja fakta di balik sepak terjang kelompok ini. Berikut 5 ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

[nextpage title=”1. Berdirinya Abu Sayyaf”]

1. Berdirinya Abu Sayyaf

Di era 1970-an, MNLF (Moro National Liberation Front/Front Pembebasan Nasional Moro) merupakan kelompok utama perlawanan Muslim di kawasan Mindanao. Kelompok ini dipimpin oleh Prof. Nur Misuari dan didirikan pada 1969.

Munculnya kelompok perlawaanan ini dipicu oleh perlakuan diskriminatif pemerintah Filipina terhadap etnis muslim Moro. Pada tahu 1974 perjanjian Tripoli ditandatangani oleh MNLF dan pemerintah Filipina. Namun ternyata masih saja ada pembantaian etnis muslim Moro oleh Militer Filipina.

Menanggapi hal itu, Syekh  Salamat Hashim akhirnya keluar dari MNLF dan mendirikan MILF (Moro Islamic Liberation Front/Front Pembebasan Islam Moro) pada 1977. Itu karena MNLF yang dianggap mulai lunak kepada pemerintah.

Ketika MNLF telah dirubah menjadi pemerintahan otonomi Muslim dan dilembagakan pada 1996, hal itu dianggap belum mengakomodir seluruh kepentingan perjuangan etnis Moro. Oleh karena itu, kelompok MILF tetap melanjutkan perlawannya dengan senjata.

Sementara itu, Abu Sayyaf baru didirikan oleh Abdurajik Abubakar Janjalani (Wikipedia, versi BBC: Abdurazak). Ia merupakan salah satu pejuang di Afghanistan saat melawan Uni Soviet. Dengan tujuan mendirikan negara Islam yang benar-benar merdeka dan terpisah dari Filipina, ia mendirikan organisasinya dengan merekrut anggota MNLF yang tak sejalan dengan adanya perjanjian damai dengan pemerintah.

Abu Bakar Janjalani tewas dalam pertempuran dengan militer Filipina tahun 1998. Selanjutnya kepemimpinan Abu Sayyaf dipegang oleh adiknya, Khadaffy Janjalani hingga ia tewas pada tahun 2007. Selanjutnya, hingga sekarang Abu Sayyaf dipimpin oleh Isnilon Hapilon Tontoni. Pihak Amerika bahkan menghargai kepala Isnilon Hapilon dengan iming-iming US$ 5 juta.

[nextpage title=”2. Sepak Terjang Kelompok Abu Sayyaf”]

2. Sepak Terjang Kelompok Abu Sayyaf

Pengamat terorisme yang pernah bergabung dengan kelompok separatis di Filipina, Nasir Abbas mengatakan bahwa Abu Sayyaf berbeda dengan MILF. Meski sama-sama Islam dan memperjuangkan kemerdekaan dari Filipina, menurutnya Abu Sayyaf lebih tidak terkendali.

Para anggotanya bergabung karena rasa solidaritas, merasa terintimidasi dan didiskriminasi oleh pemerintah Filipina. Karena terbagi dalam gerombolan-gerombolan dan sel yang banyak, pemimpin mereka sampai tidak tahu berapa sebenarnya jumlah anggota Abu Sayyaf.

Sejak memisahkan diri dari MNLF, Abu Sayyaf telah melakukan serangkaian penculikan, penyanderaan, pengeboman dan berbagai tindak teror lainnya. Pendanaan kelompok ini banyak bersumber dari uang tebusan. Memang, sepeninggalan Abdurajik Janjalani kelompok ini terpecah ke dalam faksi-faksi yang berbeda, kegiatannnya kemudian lebih diwarnai perampokan dan penculikan ketimbang perjuangan politik.

[nextpage title=”3. Pernah Berbaiat kepada ISIS”]

3. Pernah Berbaiat kepada ISIS

Melalui video yang dipublikasikan pada 2014, pemimpin senior Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon dan pria bertopeng lainnya menyatakan berbaiat kepada ISIS. Karena keberadaan kelompok Abu Sayyaf yang jauh kebih awal ketimbang ISIS, Nasir Abbas mengomentari hal itu sebagai tindakan ikut-ikutan saja.

“Perbuatan yang mereka lakukan itu, sudah lebih dulu dari ISIS. Masalah menculik, membunuh, mereka sudah lebih dulu dari ISIS,” kata Nasir sebagaimana dilansir BBC.

[nextpage title=”4. Tujuan Kelompok Abu Sayyaf”]

4. Tujuan Kelompok Abu Sayyaf

Gerakan Abu Sayyaf bertujuan untuk membentuk negara yang merdeka dan menggunakan hukum syariah Islam sebagai dasarnya. Hukum syariah itu akan dijalankan dan dipatuhi oleh warga negara yang tinggal di dalamnya. Hal itu terungkap dalam suatu panduan dasar yang disebut “Empat Dasar Kebenaran” yang oleh Abdurrajik Janjalani diterbitkan pada 1993-1994.

Isi panduan dasar tersebut intinya adalah:(a) tujuan utama Abu Sayyaf bukan melakukan perpecahan antarkelompok Muslim (MNLF dan MILF); (b) tujuan strategisnya adalah mendirikan negara Islam yang murni namun akan tetap melindungi warganya yang non-Muslim; (c) advokasi dengan cara peperangan tetap dibutuhkan selama masih ada penindasan terhadap muslim; (d) peperangan yang dilakukan hanyalah untuk mencapai tujuan utama.

[nextpage title=”5. Ideologi Radikal”]

5. Ideologi Radikal

Sebagaimana umumnya kelompok teroris Muslim di berbagai belahan dunia, Abu Sayyaf merupakan gerakan yang bersifat radikal. Menurut Wikipedia, ideologi dasar dalam kelompok Abu Sayyaf adalah paham salafi atau wahabi. Gerakan ini telah banyak meresahkan warga Filipina dengan berbagai aksi pengeboman, penculikan, dan eksekusi terhadap sandera. Sehingga, gerakan yang semula merupakan jihad telah mengarah ke taraf terorisme.

Semoga usaha apa pun yang pemerintah tempuh menyelamatkan sandera, baik dengan jalan pendekatan maupun cara-cara militer (jika perlu dan diizinkan), segera berhasil menyelamatkan para sandera.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *