Menu Tutup

Mari Doakan Kesembuhan dan Kesehatan Aa Gym

DatDut.Com – Kabar mengejutkan datang dari Aa Gym. Dai kondang ini terbaring sakit beberapa hari ini dan harus dirawat di salah satu rumah sakit. Berita mengenai Aa Gym jatuh sakit seperti kalah gaung dengan peristiwa dan kontroversi seputar razia warteg di Serang. Padahal, banyak sekali jasa Aa Gym untuk umat.

Tak bisa dipungkiri Aa Gym pernah menjadi ikon dalam dunia dakwah di televisi. Beberapa tahun lalu Aa Gym menjadi tokoh penting di Tanah Air. Saking pentingnya, bahkan majalah sekelas Times menjulukinya sebagai “the holy man” (manusia suci), karena kesuksesannya dalam membawa dakwah menjadi tren baru.

Di manapun ia ada, selalu dielu-elukan. Pengajiannya selalu dipenuh-sesaki oleh para jamaah yang memang sangat mengidolakannya. Umumnya kaum ibu. Mereka rela datang dari jauh untuk hanya sekadar mendengar ceramah dan melihat langsung Aa Gym. Buku-bukunya laris bak kacang goreng. Pesantren Darut Tauhid bahkan menjadi destinasi wisata religi.

Tapi, semua seperti berakhir begitu saja ketika publik tahu Aa Gym menikah lagi. Ada kekecewaan yang menggunung saat ibu-ibu tahu figur yang dipuja-puja dan diidolakan sebagai teladan dalam berumah tangga, ternyata bertentangan dengan gambaran di benak publik tentang keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahmah.

Sejak saat itulah secara perlahan namun drastis, Aa Gym hilang dari relung publik. Ceramahnya tak lagi menghiasi televisi-televisi nasional. Bukunya tak lagi selaris sebelumnya. Pesantren Darut Tauhid yang sebelumnya ramai, kembali sepi dan senyap. Berita tentang Aa Gym yang biasanya selalu positif, dalam sekejap berubah menjadi berita yang selalu memojokkan dan negatif. Itulah yang oleh Aa Gym disebut sebagai fase “babak belur” dalam hidupnya.

[embedyt]http://www.youtube.com/watch?v=qId0_icAmoQ&width=400&height=250[/embedyt]

Namun, rupanya tahun 2016 ini Aa Gym kembali dapat diterima kembali oleh publik. Pengajiannya kembali ramai. Salah satu stasiun televisi nasional juga memberinya ruang berdakwah dalam satu acara khusus. Pada salah satu episode acara itu, Aa Gym mengungkapkan curahan hatinya secara jujur tentang apa saja yang dialaminya terutama saat fase tenar (yang disebutnya sebagai “babak topeng”) hingga fase “babak belur”. Berikut 5 curhatan jujur Aa Gym:

[nextpage title=”1. Jauh dari Keluarga”]

1. Jauh dari Keluarga

Aa Gym dengan jujur dengan mata berkaca-kaca menceritakan bahwa di balik popularitasnya saat itu, ternyata ia tak seindah yang terlihat di layar televisi. Ia yang begitu dielu-elukan dan dipuja-puja, ternyata ia jauh dari anak dan keluarga. Untuk bertemu saja susah, apalagi untuk bisa berbincang-bincang layaknya seorang ayah dan anaknya.

Aa Gym mengaku tidak hanya jauh dari anak, tapi juga jauh dari orangtua. Bahkan, ia secara terbuka menyebut jauh dari santri. Padahal, saat itu ia adalah pengasuh dan pimpinan Pesantren Darut Tauhid Geger Kalong Bandung.

[nextpage title=”2. Tidak Siap Diuji dengan Popularitas”]

2. Tidak Siap Diuji dengan Popularitas

Aa Gym mengakui secara jujur bahwa ia tidak siap diuji dengan popularitas. Ketauhidannya belum cukup kuat saat diuji dengan dunia. Padahal, tipuan dunia sedang menyilaukannya. Saat itu ia sedang berada di puncak popularitas, yang tidak banyak orang bisa merasakannya. Banyak orang hanya bisa memimpikannya, bahkan ada yang hingga melakukan berbagai cara.

Namun, bagi Aa Gym saat itulah yang menjadi masa terburuk dalam hidupnya. Tauhidnya goyah. Tuhannya tidak lagi Allah, tapi popularitas, kekayaan, kekaguman ibu-ibu, perusahaan. Ternyata itu semua membuatnya menderita luar biasa. Hampa hidupnya. Padahal, orang di luaran menilainya sebagai pribadi yang sukses. Ia bahkan menjadi role model bagi anak-anak muda.

[nextpage title=”3. Babak demi Babak Hidup Aa Gym”]

3. Babak demi Babak Hidup Aa Gym

Aa Gym menceritakan babak demi babak dalam hidupnya. Dimulai dari babak tauhid pada 1990-1997. Pada masa itu Pesantren Darut Tauhid benar-benar menjadi pesantren yang memasrahkan sepenuhnya semua kebutuhan pada Allah, termasuk dalam pengembangan pesantren dan pembelian tanah. Semua dihasilkan hanya dengan berdoa pada Allah.

Babak berikutnya adalah babak duit. Babak ini terjadi ketika Aa Gym berada di puncak popularitas. Semua menjadi sangat mudah didapat. Semua usaha Pesantren berkembang pesat, pundi-pundi kekayaan juga menggunung, mendapat penghargaan di sana-sana, dan mendapat sorotan media dengan sangat masif. Tapi, menurut Aa Gym, periode ini yang terburuk, karena sudah menjauhkannya dari ketauhidan.

Setelah Aa Gym menikah lagi, ia dan keluarga besar Pesantren Darut Tauhid memasuki babak belur. Semua yang sudah diraih tiba-tiba hilang satu demi satu. Keadaan benar-benar berbalik. Aa Gym dan Pesantren Darut Tauhid terpuruk. Namun, bagi Aa Gym babak belur ini merupakan fase terpenting dalam hidupnya, karena ia diingatkan untuk tidak silau dengan pesona dunia.

Setelah mereda kebencian dan kesinisan masyarakat terhadap Aa Gym, ia kembali menata langkah membenahi pesantren dan dakwahnya. Babak inilah yang disebutnya sebagai “babak kembali tauhid”. Babak di mana ia mendapatkan kembali ruang untuk berdakwah secara terbuka, tetapi dengan cara pandang berbeda.

[nextpage title=”4. Hidupnya Seperti Kelapa”]

4. Hidupnya Seperti Kelapa

Ia mengumpamakan periode hidupnya seperti kelapa. Menurutnya dengan menyebut hal itu didapat dari nasihat gurunya, kelapa tak akan keluar saripatinya sampai dijatuhkan. Hanya dijatuhkan saja tak akan membuatnya bisa dirasakan saripatinya. Kelapa harus digunduli. Tidak cukup di situ. Kelapa harus digetok lalu dikupas kulit-kulit arinya. Ia juga mesti diparut juga hingga saripatinya bisa dinikmati dan dimanfaatkan.

Begitulah Aa Gym menggambarkan perjalanan hidupnya. Ia harus mengalami babak belur dalam hidupnya agar apa yang diabdikan dalam hidupnya benar-benar murni karena Allah, bukan karena “tuhan-tuhan” lainnya.

[nextpage title=”5. Terlepasnya “]

5. Terlepasnya “Tuhan-tuhan”

Proses terlepasnya “tuhan-tuhan” dalam hidup Aa Gym ternyata tidaklah mudah. Ia yang sebelumnya menuhankan popularitas, terpaksa harus kalah pada takdirnya. Berita yang biasa selalu bagus, tiba-tiba menjadi jelek. Pada saat itulah, “tuhan” popularitas terlepas dari hidupnya. Ia menjadi tak berminat lagi dengan popularitas.

Ibu-ibu yang sebelumnya begitu memuja dan menyanjungnya, tiba-tiba ngambek dan marah padanya. Pada saat itulah “tuhan” bernama kekaguman ibu-ibu terlepas dari hatinya. Menuhankan perusahaan, dirontokkan oleh Allah perusahaan-perusahaan yang dimilikinya. Harta dan tabungan yang melimpah diambil oleh Allah melalui sedekah atas saran Ustad Yusuf Mansur. Saat semuanya terlepas, saat itulah babak baru hidup Aa Gym dimulai.

Mari kita doakan semoga Aa Gym segera diberi kesembuhan, kesehatan, dan panjang umur.

Baca Juga: