Addai.or.id – Ghuraba artinya orang yang terasing dengan kebaikan di tengah kerusakan umat. Salah satu tanda akhir zaman adalah banyaknya perzinaan, banyaknya anak yang durhaka kepada kedua orang tua dan menyebarnya kemaksiatan dimana-mana.

Rasulallah SAW mengilustrasikan kondisi akhir zaman bagaikan seseorang yang menggenggam bara api dalam menjalankan agamanya. Rasulallah SAW bersabda :

عن أنس – رضي الله عنه – عن النبي – صلى الله عليه وسلم يأتي على الناس زمان الصابر فيه على دينه كالقابض على الجمر.

Dari Anas Radhiyallah Anhu, dari Nabi Muhammad SAW bersabda, akan datang kepada manusia suatu zaman pada saat itu orang yang sabar dalam menjalankan agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.

عن ابن مسعود – رضي الله عنه – أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قال: إن من ورائكم زمان صبر للمتمسك فيه أجر خمسين شهيدا منكم.

Dari ibnu Mas’ud Radhiyallah Anhu, bahwa Rasulallah saw bersabda, akan datang suatu jaman dibelakang kalian, sabar dalam menjalankan agama pahalanya bagaikan lima puluh orang yang mati syahid.

Betapa berat kondisi akhir zaman. Pada saat itu para pembaca al Qur’an marak dimana-mana tetapi orang yang memahaminya sedikit sekali. Bahkan diriwayatkan pula, tidak sedikit manusia diakhir zaman membaca al Qur’an hanya sampai kerongkongannya saja, tidak menyentuh hatinya. Saat itu, orang-orang beriman dan soleh merasa terasing dan aneh, karena kondisi kemaksiatan dengan keragamannya marak dimana-mana. Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – بدأ الإسلام غريباً وسيعود غريباً فطوبى للغرباء.
Dari Abu Hurairah Radhiyallah Anhu berkata, Rasulullah saw bersabda, Islam pertama kali datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing.

قيل: من هم يا رسول الله؟ قال: «الذين يَصلُحون إذا فسد الناس» وفي رواية أخرى, قيل: ومن الغرباء يا رسول الله؟ قال: «ناس صالحون قليل في ناس سوء كثير، ومن يعصيهم أكثر ممن يطيعهم

Sahabat bertanya, siapa mereka ya Rasulullah SAW yang beruntung pada akhir jaman? Orang-orang yang selalu berbuat baik ditengah kerusakan umat.

Didalam riwayat lain, dikatakan, siapa al ghuraba itu ya Rasulallah saw ? Manusia yang soleh sedikit ditengah mayoritas orang buruk, dan orang yang maksiat lebih banyak daripada orang yang taat.

Solusi yang ditawarkan Rasulullah SAW apabila terjadi sebagai berikut:

1. Selalu membangun dan mempertahankan kebaikan di tengah kerusakan umat. Jadilah bagaikan ikan ditengah lautan, walau airnya asin ikan tidak pernah asin karena ikan itu hidup. Manusia yang selalu menghidupkan kebaikan dan menjalankannya secara konsisten tidak akan terbawa arus kemaksiatan dan dosa walau kemaksiatan dan dosa telah menjadi budaya.

2. Berpegang teguh kepada al Qur’an saat manusia meninggalkannya. Al Qur’an yang dibaca dan diamalkan akan dapat membimbing manusia disepanjang jaman. Karena al Qur’an adalah kitab petunjuk menuju kebahagiaan. Al Qur’an akan memberikan syafaat di dunia dan akhirat dengan membaca dan mengamalkannya.

3. Menjalankan dan menghidupkan sunnah nabi Muhammad saw saat manusia mematikannya. Rasulallah saw adalah al Qur’an berjalan. Dia adalah uswatun hasanah atau teladan terbaik dalam kehidupan, selama manusia tetap meneladaninya dan mengikuti jejak kehidupannya, niscaya akan tetap bercahaya walau kehidupan berada dalam kegelapan maksiat dan dosa.

4. Belajar dan taat kepada ulama yang mengamalkan ilmunya. Ulama adalah warisan Nabi, maka siapa yang bersama ulama akan selamat. Ulama adalah orang-orang yang memerankan peran kenabian sepeninggal Nabi Muhammad saw.

[ABTM id=248]

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *