Menu Tutup

Empat Sifat Nabi Muhammad yang Jadi Kunci Sukses Dakwahnya

Addai.or.id – Sebagai utusan Allah, Nabi Muhammad saw. dituntut harus mampu menjabarkan kepada umatnya tentang firman-firman Allah supaya mereka insaf dan mau memeluk Islam sebagai agamanya.

Nabi juga diperintahkan untuk membentengi umatnya agar keimanan dalam diri mereka tetap utuh dan kokoh. Selain itu, beliau juga harus mempertahankan kebenaran dan wahyu dari Allah agar selamat dan terbebas dari sanggahan-sanggahan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.

Sungguh menakjubkan kemudian bahwa Muhammad saw. mampu mengantarkan bangsa Arab, yang awalnya bangsa tersebut dikenal sebagai bangsa yang kasar, bengis, bodoh serta terpecah-pecah dalam berbagai suku, menjadi suatu bangsa yang bersatu, berbudaya, dan berpengetahuan. Sudah barang tentu, itu semua merupakan berkat kebijaksanaan Muahammad saw. yang sungguh luar biasa.

Semua itu tak terlepas dari empat sifat penting yang ada pada diri Rasulullah, Muhammad saw. Empat sifat ini pula yang mengantarkan Nabi kepada keberhasilan menyampaikan risalah dari Allah swt. Berikut penjelasan empat sifat itu:

Pertama, sifat shidiq, artinya benar, yaitu bahwa apa yang dibawa dan disampaikan oleh Muhammad saw. adalah kebenaran yang datang dari Allah swt. Dalam hal ini Alqur’an menyatakan di dalam surah An-Najm, ayat 4-5, “Tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemaunan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang di wahyukan kepadanya.

Kedua, sifat amanah, artinya dapat dipercaya, Maksudnya, apabila suatu urusan diserahkan kepada Muhammad saw., maka beliau akan melaksanakan urusan tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak heran jika sedari remaja Muhammad saw. digelari sebagai “Al-Amin”, yaitu orang yang dipercaya.

Dalam hal ini Alqur’an menjelaskan di dalam surah Al-A’raf, ayat 68, “Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.

Ketiga, sifat tabligh, artinya menyampaikan. Maksudnya, beliau menyampaikan apa saja yang difirmankan Allah swt. kepadanya. Tidak ada yang disembunyikan secuil pun olehnya tentang kebenaran.

Dalam hal ini Alqur’an mengungkapkan di dalam surah Al-Maidah, ayat 76, “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir”.

Keempat, sifat fathanah, yaitu sifat bijaksana. Merupakan sesuatu yang mustahil jika utusan Allah tidak berpikiran bijak. Seorang rasul harus mampu menyampaikan sekaligus menjelaskan firman-firman Allah untuk umatnya. Maka tidak heran jika kemudian puluhan ribu hadis lahir dari kebijaksanaan Muhammad saw. sebagai penjabaran dari firman-firman tersebut.

Sumber: DatDut.Com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *